Search

Anotasi x GWF: Apa itu Keadilan Multispesies atau ‘Multispecies Justice’?

Updated: Mar 25


Selama hidup di bumi, manusia memiliki kebebasan untuk memilih, mengolah, dan menggunakan seluruh unsur alami yang terdapat di bumi. Tetapi, kebebasan manusia ini dapat menjadi pedang bermata dua jika tidak dimanfaatkan dengan penuh tanggung jawab. Semakin bertambahnya usia bumi dan juga jumlah manusia di bumi, semakin banyak permasalahan lingkungan yang muncul akibat aktivitas manusia. Aktivitas manusia berdampak sangat buruk pada lingkungan melalui berbagai cara, seperti pencemaran udara yang kemudian berpotensi mengancam kesehatan manusia serta kehidupan tumbuhan dan hewan. Polusi juga tidak hanya berdampak pada udara, tetapi polusi yang dihasilkan melalui bahan kimia industri, dan lainnya, juga dapat mempengaruhi kualitas tanah dan saluran air.

Selain itu, produksi dan konsumsi bahan bakar fosil, serta emisi CO2 yang dihasilkan, berkontribusi pada perusakan lapisan ozon bumi dan kenaikan suhu bumi, yang dapat menyebabkan perubahan iklim global. Tidak hanya itu, aktivitas manusia seringkali mengubah atau menghancurkan habitat yang dibutuhkan tumbuhan dan hewan untuk bertahan hidup, seperti kebakaran hutan, penebangan pohon yang tidak bertanggung jawab, dan masih banyak lagi. Karena populasi manusia tumbuh begitu cepat, hewan dan tumbuhan menghilang 1000 kali lebih cepat daripada yang mereka miliki dalam 65 juta tahun terakhir. Para ilmuwan memperkirakan bahwa pada abad ke-21 100 spesies akan punah setiap harinya.


Lalu, jika kondisi iklim sudah memburuk dan kondisi bumi menjadi tidak layak untuk ditinggalkan lagi, apakah hanya manusia yang pantas untuk mendapatkan keadilan dalam bertahan hidup? Bagaimana dengan hewan, tumbuhan, dan seluruh makhluk hidup lainnya?


Konsep ‘Multispecies Justice’ atau keadilan multispesies

Memahami bahwa manusia, hewan lain, pohon, sungai, tanah, dan ekosistem lainnya semuanya saling bergantung dan berkaitan pada kesehatan sistem ekologi adalah inti dari keadilan multispesies. Hal ini bertolak belakang dengan asumsi tradisional Barat bahwa kemakmuran manusia dapat dicapai dengan mengabaikan dan menyalahgunakan kepentingan, kebutuhan, dan kelangsungan hidup spesies lain. Tidak hanya itu, gagasan tentang individu liberal yang independen, terisolasi, dan liberal juga merupakan dasar dari pemahaman Barat tersebut. Namun, pada kenyataannya, manusia tinggal di dalam ekosistem dan ekosistem juga tumbuh di dalam manusia, seperti mikrobiota usus. Mikrobiota ini berdampak pada kesehatan, aktivitas, perilaku, dan suasana hati manusia. Menurut penelitian, mikrobiota ini juga dapat berkomunikasi dengan otak manusia melalui saraf vagus, dan mempengaruhi pemilihan makanan manusia. Pemeliharaan lingkungan bakteri ini sangat penting tidak hanya untuk keberadaan manusia, tetapi juga untuk konsep kita tentang identitas 'individu' manusia sendiri.


Mengapa keadilan multispesies perlu ditekankan?

Tidak ada satu manusia pun yang dapat bertahan hidup tanpa interaksinya sehari-hari dengan elemen alam dan spesies di bumi lainnya, seperti makanan, air, udara, binatang, tumbuhan, maupun mikroba yang tidak dapat terlihat dengan kasat mata. Manusia telah melabeli/menamai elemen-elemen lingkungan tersebut sebagai 'sumber daya', namun pada kenyataannya, mereka juga sama pentingnya seperti manusia, hanyalah komponen dari sistem yang lebih besar di mana seluruh manusia terikat. Sehingga, manusia bukanlah spesies satu-satunya yang dominan dan dapat menguasai seluruh sumber daya yang ada tanpa tanggung jawab. Jika manusia ingin bertahan hidup, maka konservasi keanekaragaman hayati harus selalu dipertahankan. Konservasi keanekaragaman hayati bukanlah hanya terbatas pada melindungi kesejahteraan generasi manusia di masa depan, tetapi juga dengan memberikan keadilan kepada seluruh makhluk hidup lainnya untuk bertahan hidup bagaimana sepantasnya. Dalam kata lain, tujuan konservasi keanekaragaman hayati bukanlah hanya sesuatu yang manusia harus lakukan demi kelangsungan hidup manusia lainnya, tetapi sesuatu yang harus senantiasa manusia jalankan untuk kelangsungan makhluk hidup lainnya selama masih hidup dalam bumi yang sama.

Tidak hanya itu, berbagai macam penyakit menular yang sedang melanda seluruh dunia juga dapat menjadi pelajaran penting bagi manusia untuk mulai menjalani konservasi keanekaragaman hayati dengan lebih serius. Deforestasi, penggunaan plastik yang tidak terkendali, penggunaan minyak bumi dan energi yang tidak dapat diperbaharui, pembangunan infrastruktur, eksploitasi spesies liar, dan berbagai masalah lingkungan lainnya dapat menjadi sarana penyebaran berbagai macam penyakit. Hal ini biasa terjadi di lokasi di mana masyarakat sangat rentan terhadap penyakit menular. Salah satu contohnya yaitu perubahan seperti peningkatan curah hujan dapat mempengaruhi lahan kering Afrika, sehingga meningkatkan beban penyakit yang ditularkan melalui vektor terkait air di daerah yang pada dasarnya sudah rentan terhadap kemiskinan. Oleh karena itu, jika manusia tidak menjaga keadilan bagi seluruh spesies yang ada di bumi, maka manusia sendiri yang akan mendapatkan konsekuensi buruk dari tindakan tersebut.


References

  1. Natural and Human Impacts on Wildlife - NatureWorks [Internet]. Nhpbs.org. 2022 [cited 13 February 2022]. Available from: https://nhpbs.org/natureworks/nwep16b.htm

  2. How Do Humans Affect the Environment? [Internet]. Kent State Online. 2018 [cited 13 February 2022]. Available from: https://onlinedegrees.kent.edu/geography/geographic-information-science/community/human-impact-on-the-environment

  3. Schlosberg D. Multispecies justice: new approach to a growing environmental threat [Internet]. The University of Sydney. 2019 [cited 13 February 2022]. Available from: https://www.sydney.edu.au/news-opinion/news/2019/11/20/multispecies-justice-a-new-approach-to-a-growing-environmental-threat.html

  4. Princing M. Gut microbiome and behavior [Internet]. Right as Rain by UW Medicine. 2020 [cited 13 February 2022]. Available from: https://rightasrain.uwmedicine.org/body/food/gut-microbiome-behavior

  5. Environment [Internet]. World Health Organization. 2022 [cited 13 February 2022]. Available from: https://www.who.int/tdr/diseases-topics/environment/en/

  6. What is ecological justice, and why does it matter today? - Transforming Society [Internet]. Transforming Society. 2022 [cited 13 February 2022]. Available from: https://www.transformingsociety.co.uk/2020/10/06/what-is-ecological-justice-and-why-does-it-matter-today/


23 views0 comments